Selasa, 01 September 2009

Joachim von Ribbentrop setelah Kesimpulan dari Perjanjian Angkatan Laut Jerman-Inggris di London (18 Juni 1935)

Hitler terang-terangan mengingkari Perjanjian Versailles tentang regulasi militer dan disaat itu juga sedang gencar-gencarnya kritik dari masyarakat internasional kepadanya. Untuk membujuk Pemerintah Inggris agar bersedia untuk bekerja sama, Hitler mangajukan Draft Perjanjian Angkatan Laut Jerman-Inggris, yang membatasi ukuran Angkatan Laut Jerman hingga 35% dari kekuatan Armada Inggris dan kekuatan Armada Kapal Selam Jerman dibatasi sampai 45% dari komposisi Angkatan Laut Kerajaan Inggris.



Joachim von Ribbentrop (depan, tengah), sebagai Duta Besar Khusus di London mewakili pihak Jerman dalam negosiasi ini. Perjanjian tersebut ditandatangani di London pada 18 Juni 1935. Pemerintah Inggris berharap bahwa perjanjian akan mencegah perlombaan senjata seperti yang terjadi menjelang Perang Dunia Pertama dan pada saat yang sama Inggris meningkatkan supremasi Angkatan Lautnya. Tetapi dalam kasus ini, bahwasannya Hitler telah gagal melihat isi perjanjian tersebut mengikat negaranya dan dia tidak memperdulikannya. Lalu pada akhirnya, ia memerintahkan Komandan Tertinggi Angkatan Laut (Kriegsmarine), Laksamana Erich Raeder, bahwasannya Angkatan Laut Jerman dengan kekuatan penuh harus dapat menyaingi Inggris. Hal tersebut tidak pernah tercapai yang sampai pada akhirnya Jerman hanya bisa melakukan Perang Gerilya dengan Royal Navy.

Source : © Bildarchiv Preußischer Kulturbesitz

Tidak ada komentar:

Posting Komentar